Informasi Terkini

Senin, 04 November 2019

Penyintas Kanker Banyak Pantangan Makanan? Ini Kata Dokter

Kanker adalah salah satunya penyakit sebagai salah satunya perhatian penting di Indonesia. Berdasar data Analisa Kesehatan Fundamen 2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi kanker di Indonesia tunjukkan terdapatnya penambahan dari 1,4 per seribu masyarakat di 2013 jadi 1,79 per seribu masyarakat di 2018.



Diterangkan oleh dr. Rebecca N.Angka,M. Biomed dari Yayasan Kanker Indonesia, kanker sendiri ialah penyakit yang dikarenakan oleh multi unsur. Tetapi cuma 5-10 % saja yang dikarenakan oleh unsur genetik.Nah, selebihnya dikarenakan oleh unsur external, seperti makanan sebesar 30-35 %, sampai obesitas 10-20 %. Berikut kenapa jaga skema makan serta berat tubuh benar-benar dibutuhkan untuk mendesak efek kanker.

Masih terkait dengan makanan serta kanker tersebut, ada isu yang mengatakan jika satu orang penyintas kanker banyak memiliki pantangan type makanan.

Tetapi sebenarnya benarkah penyintas kanker tidak bisa makan ini serta itu?Diterangkan oleh DR. dr. Fiastuti Witjaksono, MS,SpGK (K), isu masalah sangat banyak pantangan makanan untuk penyintas kanker itu sebenarnya tidak seutuhnya benar. Malah semestinya penyintas kanker memperoleh nutrisi yang sesuai dengan, diantaranya keperluan kalori yang tercukupi. “Sebetulnya tidak ada pantangan, malah keperluan kalori pasien harus tercukupi.

Jika tidak tercukupi, kelak HB dapat turun. Jika tidak salah bila dibawah 10, terapinya justru dapat terlambat," tutur DR. dr. Fiastuti saat didapati Okezone, Sabtu (26/10/2019) dalam acara “Seminar Caring People 2019-Nutrisi yang Sesuai dengan untuk Pasien Kanker” di Gedung Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta Selatan.

Dia meneruskan, kalori penyintas kanker harus tercukupi dengan makan sumber protein tinggi. Misalnya ikan yang memiliki kandungan omega 3, makan ayam jangan gunakan kulitnya, daging jangan yang berlemak, didukung buah dan sayur yang cukup tiap hari.

Dokter Fiastuti memberikan tambahan, penyintas kanker harus memahami benar jika penataan nutrisi jadi salah satunya aspek khusus dalam pengobatan. Karena, therapy nutrisi yang sesuai dengan bisa menolong tingkatkan kesuksesan dari therapy yang ditempuh, baik itu kemoterapi atau radioterapi.

“Jika pasien nutrisinya tidak cocok, ia tidak akan punyai daya yang cukup untuk melakukan aktivitas atau mendukung obat kemoterapi atau cahaya radiasi dari radioterapi. Umumnya memang pasien kanker malas konsumsi makanan sesuai dengan saran tenaga medis sebab resikonya seperti mual, sariawan, muntah, atau diare. Ini rintangan, tetapi bila pasien memang hadapi kesusahan mengonsumsi oral, dapat diberi nutrisi enternal (makanan cair) baik itu alami atau formula komersial,” ujarnya.

“Sebetulnya tidak ada pantangan, malah keperluan kalori pasien harus tercukupi. Jika tidak tercukupi, kelak HB dapat turun. Jika tidak salah bila dibawah 10, terapinya justru dapat terlambat, dalam acara “Seminar Caring People 2019-Nutrisi yang Sesuai dengan untuk Pasien Kanker” di Gedung Yayasan Kanker Indonesia..

Dia meneruskan, kalori penyintas kanker harus tercukupi dengan makan sumber protein tinggi. Misalnya ikan yang memiliki kandungan omega 3, makan ayam jangan gunakan kulitnya, daging jangan yang berlemak, didukung buah dan sayur yang cukup tiap hari.

Dokter Fiastuti memberikan tambahan, penyintas kanker harus memahami benar jika penataan nutrisi jadi salah satunya aspek khusus dalam pengobatan. Karena, therapy nutrisi yang sesuai dengan bisa menolong tingkatkan kesuksesan dari therapy yang ditempuh, baik itu kemoterapi atau radioterapi.

“Jika pasien nutrisinya tidak cocok, ia tidak akan punyai daya yang cukup untuk melakukan aktivitas atau mendukung obat kemoterapi atau cahaya radiasi dari radioterapi. Umumnya memang pasien kanker malas konsumsi makanan sesuai dengan saran tenaga medis sebab resikonya seperti mual, sariawan, muntah, atau diare. Ini rintangan, tetapi bila pasien memang hadapi kesusahan mengonsumsi oral, dapat diberi nutrisi enternal (makanan cair) baik itu alami atau formula komersial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar